Post Top Ad

Jumat, 17 Mei 2019

sosiologi semester 2


RINGKASAN MATERI SOSIOLOGI
SEMESTER II
BAB III
Ragam Gejala Sosial dalam Masyarakat
A.    Definisi Gejala Sosial
Gejala-gejala sosial yang ada di masyarakat dapat diartikan sebagai  sebuah fenomena sosial. Munculnya fenomena sosial dimasyarakat berawal dari adanya perubahan sosial. Perubahan sosial itu tidak dapat kkita hindari, namun kita masih dapat mengantisipasinya. Perubahan sosial akan mengakibatkan beberapa dampak baik itu positif maupun negatif.
Perubahan sosial ada yang bersifat positif dan negatif, sehingga kita harus hati-hati dalam menghadapi perubahan yang terjadi. Fenomena sosial yang ada dalam kehidupan sehari-hari dapat dapat menimbulkan masalah sosial. Adapun beberapa contoh fenomena sosial seperti munculnya kesenjangan sosial, demam musik luar (boyband/girlband), pencemaran lingkungan, dan lain sebagainya. Gejala sosial juga diartikan sebagai suatu pristiwa yang sering terjadi pada lapisan masyarakat, baik masyarakat tradisional maupun masyarakat modern.
B.     Faktor-Faktor Penyebab Gejala Sosial
Adanya berbagai gejala sosial di masyarakat, dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah sebagai berikut:
  1. Faktor kultural merupakan nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang di lingkungan masyarakat/komunitas. Ada beberapa contoh gejala sosial berdasarkan faktor kultural, antara lain kemiskinan, kerja bakti, prilaku menyimpang, dsb.
  2. Faktor struktural merupakan suatu keadaan yang mempengaruhi struktur, struktur yang dimaksud adalah sesuatu yang disusun oleh pola tertentu. Faktor struktural  dapat dilihat dari pola-pola hubungan antar individu dan kelompok yang terjalin dilingkungan masyarakat. Contoh gejala sosial yang dipengaruhi oleh faktor struktural seperti penyuluhan sosial, interaksi dengan orang lain dsb.
C.    Macam-Macam Gejal Sosial
1.      Ekonomi
Ekonomi merupakan ilmu pengetahuan yang berhubunga dengan pendapatan. Tingkat pendapatan yang dimiliki individu dapat menimbulkan gejala sosial dimasyarakat. Gejala sosial yang dilihat dari aspek ekonomi sangat berkaitan dengan perekonomian masyarakat. Bila ada seseorang yang kurang dapat mencukupi kebutuhan, maka akan terjadi beberapa gejala sosial dilingkungan sekitarnya. Dilihat dari segi ekonomi, gejala sosial yang terjadi di masyarakat dapat meliputi kemiskinan, pengangguran, masalah kependudukan dsb.
2.      Budaya
Indonesia memiliki budaya yang beraneka ragam sehingga kita harus saling menghormati budaya lain. Adanya perbedaan jangan dijadikan sebagai alat pemecah persatuan, melainkan kita harus bersyukur karena keanekaragaman tersebut dapat menambah kekhasan budaya indonesia. Keanekaragaman budaya tidak hanya ada di Indonesia, tetapi setiap negara juga memiliki budaya dengan karakteristik yang berbeda-beda. Kita juga harus menghormati budaya asing. Keanekaragaman budaya di sekitar kita juga dapat menimbulkan gejala sosial, misalnya tindakan peniruan budaya asing yang negatif, kenakalan remaja dsb.
3.      Lingkungan alam
Karakteristik gejala sosial dalam bidang lingkungan alam menyangkut aspek kondisi kesehatan. Seseorang yang terkena penyakit dapat menimbulka gejala sosial di lingkungannya sekitarnya. Contoh gejala yang ditimbulkan seperti munculnya, penyakit menular, pencemaran lingkunngan dll.
4.      Psikologis
Prilaku seseorang/individu dalam kehidupan sehari-hari dipengaruhi oleh aspek psikologisnya. Bila seseorang mengalami gangguan kejiwaan dapat menimbulkan gejala sosial dimasyarakat, misalnya disorganisasi jiwa, aliran ajaran sesat dsb.
Contoh-Contoh Gejala Sosial di Masyarakat
Gejala sosial yang ada didalam masyarakat berawal dari adanya perubahan sosial. Setiap masyarakat pasti mengalami perubahan di lingkungannya. Perubahan sosial merupakan segala perubahan yang ada pada lembaga-lembaga kemasyarakat dan dipengaruhi sistem sosial, nilai, sikap, serta pola prilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.
Perubahan sosial dalam masyarakat dapat berdampak positif maupun negatif. Bagi masyarakat yang tidak dapat menerima perubahan sosial maka akan terjadi masalah sosial. Adapun contoh gejala sosial yang ada pada masyarakat.
1      Kemiskinan
a. Kemiskinan absolut, yaitu seseorang atau sekelompok orang tidak dapat memenuhi kebutuhan minimum hidupnya.Dalam sosiologi, kemiskinan merupakan suatu gejala sosial yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Gejala sosial ini terjadi diberbagai negara di dunia termasuk Indonesia. Kemiskinan dapat dibedakan menjadi 2 yaitu:
b. Kemiskinan relatif, yaitu   seseorang atau sekelompok orang dapat memenuhi kebutuhan minimum hidupnya, namun dirinya masih merasa miskin bila dibandingakan dengan orang lain atau kelompok lain.
Kemiskinan dapat dikarenakan tidak mampunya seseorang dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan primer. Namun dalam sosiologi, salah satu faktor penyebab munculnya maslah tersebut karena lembaga kemasyarakatan tidak berfungsi dengan baik, yaitu lembagakemasyarakatan dibidang ekonomi. Permasalahan tersebut dapat menyebar kebidang lainnya, seperti pendidikan, sosial, dsb.
2      Masalah remaja
Masa remaja adalah masa pencarian jati diri sehingga banyak remaja yang meniru tingkah laku orang lain. Tindakan remaja bila tidak terkontrol dapat menjadi suatu masalah sosial yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Masalah remaja ini ditandai oleh adanya  keinginan untuk melawan ataupun sikap apatis. Pada masa ini seharusnya mereka mengenal nilai dan norma-norma yang berlaku dimasyarakat. Dengan mempelajari norma di masyarakat, diharapkan mereka dapat berprilaku dan tidak melakukan perbuatan yang menyimpang. Prilaku menyimpang yang dilakukan oleh remaja dapat beragam, sebagai contoh membolos, mencontek, pelanggaran lalu lintas dan lain sebagainya.
3      Masalah kependudukan
Indonesia adalah negara dengan tingkat kepadatan penduduk yang padat. Penduduk merupakan sumber penting bagi pembangunan. Hal ini dikarenakan penduduk menjadi subjek dan obyek pembangunan. Dengan adanya pembangunan dapat meningkatkan kesejahteraan penduduk disuatu negara. kesejahteraan penduduk juga mengalami gangguan yang dipengaruhi oleh perubahan demografis yang sering sekali tidak dirasakan. Masalah kependudukan dapat berupa kepadatan penduduk, pemerataan penduduk yang tidak rata, ledakan penduduk dsb.
Masalah-masalah diatas perlu adanya penanggulangan, karena dapat mempengaruhi tingkat kesejahteraan penduduk. Adapun beberapa cara untuk mengatasi permasalahan tersebut diantanya:
  1. Melalui program keluarga berencana (KB)
  2. Transimigrasi,dan
  3. Mengatur pertumbuhan jumlah penduduk
D.    Dampak Gejala Sosial di Masyarakat
Terjadinya perubahan sosial-budaya dimasyarakat merupakan salah satu akibat dari gejala sosial. Dampak gejala sosial ada yang bersifat positif dan negatif.
1      Dampak positif
Gejala sosial yang ada di masyarakat harus kita sikapi dengan baik. Bila kita dapat terbuka dan mengimbangi perubahan sosial-budaya yang ada. Maka perubahan tersebut akan berdampak positif dan memberikan kita mamfaat. Hal ini dapat dilihat dengan kemajuan bidang tekhnologi. Dalam bidang tekhnologi kita mengenal tekhnologi komunikasi, seperi telepon, handphone, telegram, email, dsb. Dengan adanya alat komunikasi yang modern, maka, maka kita dapat melakukan interaksi jarak jauh tanpa harus bertemu secara langsung.
2      Dampak negatif
Seseorang yang tidak dapat menerima perubahan yang terjadi akan mengalami keguncangan culture shock. Ketidak sanggupan seseorang dalam menghadapi gejala sosial akan membawa kearah prilaku menyimpang.

BAB IV
Metode Penelitian Sosiologi
Apa itu penelitian?
Penelitian atau riset secara sederhana dapat diartikan sebagai usaha-usaha ilmiah yang dilakukan oleh peneliti untuk menangkap suatu fenomena. Oleh karena di sini penelitian yang dimaksud adalah penelitian sosial, maka fenomenanya fenomena sosial. Beberapa ahli ilmu sosial mendeskripsikan penelitian sebagai berikut:
Soerjono Soekanto mengatakan penelitian merupakan kegiatan ilmiah yang bertujuan untuk mengungkapkan kebenaran sebagai salah satu manifestasi hasrat manusia untuk mengetahui apa yang sebenarnya sedang dihadapinya.
Hill Way mengartikan penelitian sebagai suatu metode studi yang diterapkan dengan hati-hati dan mendalam untuk mengungkap fakta dari masalah-masalah yang yang diyakini agar dapat menyelesaikan masalah-masalah tersebut.
Sutrisno Hadi mengatakan penelitian sebagai usaha menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan dengan cara menerapkan metode ilmiah.
Saifuddin Anwar berpendapat bahwa penelitian merupakan usaha ilmiah dengan tujuan untuk menjawab masalah-masalah penelitian. Sehingga penelitian tidak dapat dilakukan tanpa adanya masalah dan tujuan.
Sanafiah Faisal menyebut bahwa penelitian merupakan akltivitas dalam menelaah suatu masalah secara terancang dan sistematis untuk menemukan pengetahuan batu yang objektif dan sah secara ilmiah.
Winarno Surachmad mendefinisikan penelitian sebagai kegiatan ilmiah untuk mengakumulasi pengetahuan dari sumber-sumber primer dengan tujuan menemukan prinsip-prinsip umum, serta mengadakan perkiraan melalui generalisasi diluar sampel yang diteliti.
Carter Good mengatakan bahwa penelitian merupakan suatu jalah ke arah kemajuan dan pemecahan masalah.
Kamus Webster mendefinisikan penelitian sebagai penyelidikan proses penyelidikan dalam suatu ilmu pengetahuan  untuk memperoleh fakta-fakta dan prinsip-prinsip dengan hati-hati dan sistematis.
Dari beberapa definisi yang dipaparkan di atas, bisa kita tangkap beberapa frase kunci yang menggambarkan apa itu penelitian, seperti: penerapan metode ilmiah, proses penyelidikan, upaya memperoleh fakta yang objektif, upaya memecahkan masalah, dan usaha sistematis dalam penyelidikan.
Merujuk dari definisi diatas, pengertian sosial dapat diartikan sebagai upaya penyelidikan fenomena sosial dengan menggunakan metode ilmiah dalam ilmu sosial.

Apa saja jenis metode ilmiah dalam penelitian sosial?

Kita dapat memahami metode ilmiah dalam ilmu sosial berdasarkan jenisnya. Setidaknya ada dua jenis metode penelitian sosial berdasarkan pendekatannya: kuantitatif dan kualitatif. Namun memang pada perkembangannya, muncul pendekatan ketiga yaitu gabungan antara keduanya (mixed method). Di sini akan dibahas metode penelitian sosial kuantitatif dan kualitatif secara singkat. Perbedaan antara metode penelitian sosial kuantitatif dan kualitatif dapat diidentifikasi melalui perlakuannya terhadap data, proses pengumpulan data, dan varian atau jenis-jenisnya.

Metode penelitian kuantitatif

Metode penelitian sosial kuantitatif menggunakan data numerik atau dalam bentuk angka. Sekalipun menggunakan wawancara terbuka, metode kuantitatif mengubah narasi ke dalam angka melalui proses kuantifikasi atau koding.
Proses dalam penelitian kuantitatif dimulai dengan pembuatan variabel. Misal, penelitian tentang pengaruh pendapatan bulanan keluarga terhadap tingkat pendidikan anak. Pendapatan bulanan keluarga merupakan variabel. Begitu pula tingkat pendidikan anak. Kedua variabel tersebut diasumsikan berhubungan dalam bentuk hipotesis. Sebagai contoh, hipotesis yang dimiliki peneliti adalah, semakin tinggi pendapatan bulanan keluarga, semakin tinggi pula tingkat pendidikan anak. Sampai di sini, maka peneliti selain membuat variabel juga menyusun hipotesis.
Dalam proses pengumpulan data, metode penelitian kuantitatif menggunakan instrumen diluar diri peneliti, seperti kuesioner, formulir survei, alat polling, dan sebagainya yang sudah disusun rapi sebelum turun lapangan. Selama proses pengumpulan data, peneliti fokus pada isi instrumen penelitian yang telah disusun. Artinya, tidak perlu atau sedikit sekali memerlukan unsur subjektivitas. Data yang diisi dalam instrumen penelitian merupakan data objektif.
Penelitian menggunakan metode kuantitatif menonjolkan unsur objektivitas. Responden mengisi formulir atau keusioner yang disebarkan sesuai dengan petunjuk yang diberikan. Beberapa contoh metode penelitian kuantitatif yang banyak digunakan misalnya, penelitian survei, penelitian longitudinal, penelitian cross-sectional.

Metode penelitian kualitatif

Metode penelitian kualitatif menggunakan data naratif atau kata-kata. Narasi yang diperoleh selama proses pengumpulan data diinterpretasi oleh peneliti. Kendatipun demikian, proses pengolahan data juga bisa dilakukan melalui koding. Namun bukan dalam rangka menilai, melainkan melihat pola jawaban informan.
Berbeda dengan penelitian kuantitatif, penelitian kualitatif dimulai dengan meninggalkan asumsi-asumsi teoritis, meskipun ada pula penelitian kualitatif yang berangkat dari asumsi teoritis. Salah satu perbedaan yang jeas adalah penelitian kualitatif tidak memerlukan hipotesis dalam rancangan penelitiannya. Sebagai contoh, penelitian tentang perkembangan budaya pop di Indonesia. Peneliti tidak perlu menuliskan dalam proposalnya sebuah hipotesis, misal, internet telah menjadi media utama pembentuk selera anak muda terhadap budaya pop kekinian. Asumsi demikian boleh saja ada dalam pikiran peneliti, namun tidak dalam proposal
Dalam proses pengumpulan data, metode yang jamak digunakan adalah observasi dan wawancara. Konten analisis media juga bisa digunakan dalam penelitian analisis wacana. Melalui observasi dan wawancara, peneliti mengumpulkan data naratif berupa koleksi cerita yang diberikan oleh informan dan kondisi di lapangan. Dalam proses pengumpulan data, unsur subjektif memainkan peranan penting karena peneliti menginterpretasi cerita yang diperoleh ketika pengumpulan data.
Penelitian kualitatif bisa menggunakan panduan wawancara, buku harian, atau apapun yang bisa digunakan untuk mencatat narasi yang ada dilapangan sebagai instrumen penelitian. Satu lagi instrumen yang dimiliki oleh penelitian kualitatif adalah peneliti itu sendiri. Peneliti merangkap sebagai instrumena, data naratif yang dikumpulkan akan diinterpretasi oleh peneliti itu sendiri. Beberapa macam penelitian yang menggunakan metode kualitatif misalnya, studi kasus, etnografi, fenomenologi.
Dari uraian diatas, dapat dipaparkan perbedaan antara metode keduanya. Apa saja perbedaannya?
Perbedaan metode kuantitatif dan kualitatif:
Kuantitatif
Kualitatif
Data numerik
Data naratif
Mengutamakan Objektivitas
Mementingkan Subjektivitas
Diawali dengan hipotesis
Tidak memerlukan hipotesis
Subjek penelitian disebut responden
Subjek penelitian disebut informan
Peneliti bukan sebagai instrumen
Peneliti sebagai instrumen
Instrumen disebut kuesioner
Instrumen disebut panduan wawancara
Perbedaan tersebut merupakan perbedaan yang sifatnya umum. Perlu dicatat bahwa perbedaan yang ada lebih tepat dilihat sebagai kecenderungan. Misal, pada penelitan kualitatif, data numerik juga bisa digunakan, namun hanya sebagai dukungan. Kecenderungan penelitian kualitatif adalah penggunaan data naratif.


Mei 17, 2019 / by / 0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad