Post Top Ad

Sabtu, 18 Mei 2019

tugas ekonomi

SEMESTER 1

Biaya peluang

a. Setelah lulus SMA, Farida mendapat 2 tawaran pekerjaan. Tawaran pertama sebagai pelayan toko di dekat rumah dengan gaji Rp400.000,- per bulan. Tawaran kedua sebagai pramusaji di sebuah rumah makan di kotanya dengan gaji Rp900.000,- per bulan.
Dengan beberapa pertimbangan, di antaranya ingin dekat keluarga, akhirnya Farida memutuskan bekerja sebagai pelayan toko. Keputusan Farida memilih bekerja sebagai pelayan toko telah menghilangkan peluang untuk bekerja sebagai pramusaji yang sebenarnya bisa memberikan pendapatan Rp900.000,- per bulan. Dengan demikian, biaya peluang yang ditanggung Farida dengan memilih bekerja sebagai pelayan toko adalah sebesar Rp900.000,- per bulan.
b. Sebagai lulusan terbaik dari sebuah perguruan tinggi terkemuka, Andrew mendapat 5 tawaran pekerjaan.

Menghitung Biaya Peluang

Dari lima tawaran tersebut, tinggal dua tawaran yang menarik hati Andrew. Pertama, tawaran bekerja di Jakarta dengan gaji Rp6.000.000,- per bulan dan satu lagi, tawaran bekerja di Tangerang dengan gaji Rp7.000.000,- per bulan. Setelah meminta pertimbangan orang tua dan teman, Andrew memutuskan memilih bekerja di Jakarta dengan gaji Rp6.000.000,- per bulan. Pilihan Andrew untuk bekerja di Jakarta telah menghilangkan peluang terbaiknya untuk bekerja di Tangerang dengan gaji Rp7.000.000,- per bulan. Karena opportunity cost selalu diukur dari nilai peluang terbaik yang dikorbankan atau yang tidak dipilih maka besarnya biaya peluang yang ditanggung Andrew dengan bekerja di Jakarta adalah sebesar Rp7.000.000,- per bulan.
c. Dinda memiliki uang Rp80.000,-. Saat ini ia memerlukan kaos dan buku tulis. Harga satu kaos Rp15.000,- dan harga satu buku tulis Rp6.000,-. Karena ada dua kebutuhan maka ada beberapa kombinasi kebutuhan yang harus dipilih Dinda.

Menghitung Biaya Peluang 1


Dari 5 kombinasi di atas, awalnya Dinda ingin memilih kombinasi D, yaitu mendapat 4 kaos dan 3 buku tulis. Akan tetapi, karena ingin menghadiahi adiknya 2 buku tulis maka Dinda berubah memilih kombinasi C, yakni mendapat 3 kaos dan 5 buku tulis. Ini berarti untuk mendapatkan tambahan 2 buku tulis Dinda telah mengorbankan satu kaos. Dengan demikian, biaya peluang untuk mendapatkan tambahan 2 buku tulis adalah sebesar harga satu kaos, yaitu Rp15.000,-

Biaya peluang tidak hanya terjadi pada kegiatan konsumsi tapi juga terjadi pada kegiatan produksi. Perhatikan contoh berikut: Pak Tata seorang pengrajin mainan kayu sedang memenuhi pesanan dari dua pelanggan. Pelanggan pertama memesan mobil kayu, pelanggan kedua memesan boneka kayu. Karena keterbatasan modal maka Pak Tata harus mengatur produksinya. Ada beberapa kombinasi produksi yang bisa dipilih Pak Tata.

Menghitung Biaya Peluang 2


Untuk memuaskan pelanggan pertama (pemesan mobil kayu), awalnya Pak Tata memilih kombinasi D. Akan tetapi, pilihan D bisa merugikan pelanggan kedua (pemesan boneka kayu) karena hanya sedikit pesanannya yang bisa dipenuhi. Oleh karena itu, Pak Tata berubah memilih kombinasi C sehingga diharapkan bisa memuaskan kedua pelanggan. Perubahan pilihan dari D ke C menunjukkan bahwa Pak Tata harus mengorbankan 25 mobil kayu (115 - 90) untuk mendapatkan tambahan 50 boneka kayu. Karena harga satu mobil kayu Rp20.000,- berarti besar biaya peluang untuk mendapatkan 50 boneka kayu adalah 25 x Rp20.000,- = Rp500.000,-.

Menghitung Biaya Peluang 3


Berdasarkan tabel kombinasi produksi di atas, dapat pula dibuatkan kurva kemungkinan produksi, seperti tampak pada Gambar kurva 1.1. Dari kurva kemungkinan produksi tersebut ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan, sebagai berikut.

a. Kurva yang bergerak dari kiri atas ke kanan bawah (berlereng negatif) merupakan batas antara kombinasi yang dapat dicapai dengan kombinasi yang tidak dapat dicapai.
b. Titik A, B, C, D, E yang terletak pada kurva menunjukkan kombinasi penggunaan sumber daya yang efisien dan optimal.
c. Titik F merupakan contoh kombinasi yang dapat dicapai (attainable combination), tetapi tidak efisien karena tidak menggunakan sumber daya yang tersedia dengan optimal.
d. Titik G merupakan contoh kombinasi yang tidak dapat dicapai (unattainable combination) karena sumber daya yang ada tidak mencukupi.
e. Titik A dan E disebut kombinasi ekstrem karena kombinasi A tidak menghasilkan mobil kayu dan pada kombinasi E tidak menghasilkan boneka kayu.

SEMESTER II

Diketahui Sisa Hasil Usaha (SHU) Koperasi Simpan Pinjam Perguruan Bangau Hitam beroleh Rp. 40.000.000, pada tahun 2008. Berdasarkan AD/ART, SHU tersebut akan dibagikan untuk jasa modal sebesar 25%, jasa anggota 30%, pengurus 10%, dana sosial 10%, dana pendidikan 15%, dan cadangan 10%. Sementara jumlah simpanan anggota berjumlah Rp. 60.000.000, dan penjualan sebesar Rp. 100.000.000.
Bila Grace Ananda Ginem merupakan anggota Koperasi memiliki simpanan pokok Rp. 1.000.000, dan simpanan wajib Rp. 2.000.000, serta berbelanja menghabiskan Rp. 1.000.000, maka SHU diperoleh sebesar….?
A. Rp. 120.000,
B. Rp. 320.000,
C. Rp. 500.000,
D. Rp. 620.000,
E. Rp. 720.000,
PEMBAHASAN
1. Diketahui, SHU Rp. 40.000.000, JM 25%, JA 30%, total simpanan Rp. 60.000.000, total penjualan Rp. 100.000.000, simpanan anggota (simpanan pokok+simpanan wajib) Rp. 3.000.000, dan penjualan anggota RP. 1.000.000.
Ditanya, SHU anggota?
Jawab, SHU diterima anggota = jasa modal (JM) + jasa anggota (JA)
JM = (simpanan anggota : total simpanan) x persentase jasa modal x SHU
JM = (3.000.000 : 60.000.000) x 25% x 40.000.000 = Rp. 500.000
JA = (penjualan anggota : total penjualan) x persentase jasa anggota x SHU
JA = (1.000.000 : 100.000.000) x 30% x 40.000.000 = Rp 120.000
SHU = Rp. 500.000 + Rp 120.000 = Rp 620.000

2. Koperasi Simpan Pinjam Solid Bingitz pada tahun 2016 memperoleh SHU sebesar Rp. 25.000.000. Berdasarkan AD/ART, SHU dialokasikan untuk jasa simpanan 20%, jasa pinjam 30%, serta cadangan dan lainnya 50%. Data lainnya sebagau berikut:
Simpanan pokok: Rp. 4.000.000,
Simpanan wajib: Rp. 56.000.000,
Simpanan sukarela: Rp. 10.000.000,
Pendapatan bunga: Rp. 20.000.000,
Doyok Mcarthur salah seorang anggota koperasi memiliki simpanan pokok Rp. 100.000, dan simpanan wajib Rp. 1.100.000, dan telah melakukan setoran uang jasa berupa bunga pinjaman Rp. 1.500.000, SHU diterimanya sebesar…?
A. Rp. 100.000,B. Rp. 562.500,
C. Rp. 647.800,
D. Rp. 1.000.000,
E. Rp. 2.000.000,
Pembahasan.
Diketahui: SHU Rp. 25.000.000, penjualan Koperasi Rp. 20.000.000, total simpanan = simpanan pokok + simpanan wajib + simpanan sukarela (Rp. 4.000.000 + Rp. 56. 000.000 + Rp. 10.000.000 = RP. 70.000.000, dan penjualan anggota Rp. 1.500.000, JM 20%, dan JA 30%.
Ditanya: SHU anggota..?
Jawab: 
Hitung lebih dulu Jasa Modal (JM)
JM = (simpanan anggota : total simpanan) x persentase jasa modal x SHU
JM = (1.200.000 : 70.000.000) x 20% x Rp. 25.000.000 = Rp 85.000,
JA = (penjualan anggota : total penjualan) x persentase jasa anggota x SHU
JA = (1.500.000 : 20.000.000) x 30% x 25.000.000 = Rp 562.500,
SHU= JM + JA
SHU Doyok Mcarthut Rp. 85.000 + Rp 562.500 = Rp. 647. 800,
Mei 18, 2019 / by / 0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad